Memaksimalkan Laba

Dalam ekonomi mikro, maksimalisasi laba atau keuntungan sering disebut sebagai tujuan perusahaan.

Maksimalisasi laba menekankan pada pemanfaatan barang modal secara efisien, namun hal ini sama sekali tidak mengaitkan secara khusus besarnya keuntungan yang dihasilkan terhadap nilai waktu perolehannya.

Apakah kita akan memaksimalkan keuntungan untuk tahun ini saja, ataukah untuk satu jangka waktu yang lebih panjang lagi?

Seorang manajer keuangan dapat dengan mudah meningkatkan keuntungan saat ini dengan mengurangi beban riset dan pengembangan ataupun beban pemeliharaan rutin. Dalam jangka pendek, hal ini dapat meningkatkan keuntungan, namun untuk jangka panjang, hal ini sama sekali tidak menguntungkan perusahaan.

Jika kita membuat suatu keputusan keuangan berdasarkan tujuan perusahaan, maka tujuan perusahaan harus dinyatakan dengan tepat dan jelas, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman serta sesuai dengan kondisi nyata dengan segala kompleksitas permasalahannya.

Dalam ekonomi mikro, tujuan untuk memaksimalkan keuntungan berfungsi sebagai tujuan teoritis, yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana perilaku rasional perusahaan dalam meningkatkan keuntungan. Sayangnya, hal ini mengabaikan kompleksitas permasalahan dunia nyata yang harus diperhatikan oleh para manajer keuangan dalam mengambil keputusan.

Dalam kenyataannya, manajer keuangan setiap harinya selalu berhadapan dengan dua masalah penting yang tidak tercakup dalam tujuan memaksimalkan keuntungan: yaitu waktu dan ketidakpastian.

Beberapa alternatif proyek dan investasi saling diperbandingkan dengan menganalisis nilai yang diharapkan (expected value) atau keuntungan rata-rata tertimbang (weighted average profits). Sedangkan apakah satu proyek lebih berisiko terhadap yang lainnya tidak tercakup dalam perhitungan tersebut; para ekonomi memang membahas tentang risiko, namun hanya secara umum/ membahas yang berhubungan saja. Kenyataannya, proyek-proyek akan sangat berbeda jika dilihat dari karakteristik risikonya, dan jika diabaikan akan dapat mengakibatkan suatu pengambilan keputusan yang tidak tepat.

Masalah lain yang akan timbul akibat dari tujuan memaksimalkan keuntungan adalah tujuan ini mengabaikan lamanya waktu pengembalian proyek. Jika tujuan ini hanya mementingkan keuntungan saat ini, maka secara semestinya kita sudah mengabaikan keuntungan dimasa mendatang. Sebaliknya jika hanya mementingkan untuk suatu keuntungan ditahun mendatang itu pun tidak tepat. Meskipun semakin banyak uang kas ditangan, akan semakin besar pula peluang investasi yang kita dapat, sehingga kita peduli akan nilai waktu dari pengembalian. Jika uang kas yang didapat sama besarnya dengan keuntungan diperoleh maka penerimaan arus kas masuk yang lebih cepat lebih disukai. Dengan demikian, faktor-faktor dunia nyata dalam bentuk ketidakpastian dan waktu penerimaan telah mendorong kita untuk lebih memahami bahwa tujuan memaksimalkan laba hanya merupakan suatu kriteria keputusan yang sangat sederhana.

Pada akhirnya, dan mungkin hal terpenting, laba di pencatatan akuntansi gagal mengenali satu biaya terpenting dalam menjalankan bisnis. Pada saat menghitung keuntungan berdasarkan akuntansi, kita memang ,mempertimbangkan beban bunga sebagai beban dari hutang, namun kita mengabaikan modal yang harus ditanggung oleh para pemegang saham.


(Sumber: Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan - ARTHUR J. KEOWN)

Komentar